Postingan

Menampilkan postingan dengan label puisi

Literasi Puisi Ramadhan

Gambar
Oleh : Hadi Ibnu Sabilillah Menurut, Education Development Center (EDC) Menyatakan Bahwa "Literasi Lebih Dari Sekedar Kemampuan Baca Tulis. Lebih dari itu, Literasi adalah kemampuan individu untuk menggunakan segenap potensi dan yang dimiliki dalam hidupnya". Ada Banyak Peristiwa besar yang terjadi di bulan suci ramdhan pada zaman Nabi Muhammad Saw. Salah satunya adalah Turun nya Wahyu pertama dalam Al Qur'an yakni Surah Al Alaq. “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan.” (QS:Al-‘Alaq | Ayat: 1). Dari sejumlah kata tersebut, Tuhan telah memilih kalimat “Iqra” menjadi kalimat pertama yang diturunkan. Padahal di dalam Alquran terdapat ribuan kalimat perintah. Seperti: Aqimussolati, itaujzakati., Dll. Dari sekian banyak kalimat, Allah pilih “Iqra” sebagai kalimat pertama yang Dia turunkan. Padahal Rasulullah Saw, tidak bisa membaca dan menulis. Keisitmewaan figur beliau adalah berhias dengan akhlak yang mulia. Jika Allah menghendaki, Rasulullah...

Di Penghujung Jalan

Gambar
Di Penghujung Jalan Kuhempaskan segala keluh kesah kepada waktu yang semakin sendu Nada nada irama katulistiwa mengantarkan angin yang mencekik pada malam pelupuk jiwa Aku ditengah hamparan manusia, disudut keramaian kota menjadi hewan layak lumba lumba Mengetahui segala berita merasakan segala suka dan duka Hingga menjadi abu abu dalam segala warna Di penghujung jalan, ada bayi bayi yang menangis haus dan kelaparan Di penghujung jalan, ada gadis gadis yang menjual segala barang Di penghujung jalan, ada anak-anak muda yang sedang pesta huru hara Menikmati segala resah dan duka, menyelami segala bahagia dan dosa Aku adalah anak petani yang tidak tau apa-apa. (Purwakarta 2015)

Sajak Di Penghujung Jalan

Gambar
Kuhempaskan segala keluh kesah kepada waktu yang semakin sendu, nada nada irama katulistiwa mengantarkan angin yang mencekik pada malam pelupuk jiwa, aku ditengah hamparan manusia disudut keramaian kota, menjadi hewan layak lumba lumba. Mengetahui segala berita, merasakan segala suka dan duka hingga menjadi abu abu dalam segala warna. Di penghujung jalan, ada bayi bayi yang menangis haus nan kelaparan, di penghujung jalan ada gadis gadis yang menjual segala barang, di penghujung jalan ada anak anak muda yang sedang pesta huru hara, menikmati segala resah dan duka, menyelami segala bahagia dan dosa, aku adalah anak petani yang tidak tau apa-apa Aku datang tidak tau dari mana asalnya, berjalan terus berjalan hingga menemukan segala yang ada di setiap penghujung jalan. Dipersimpangan jalan aku melihat banyak uang uang yang menjadi berhala tempat manusia menyembah, ada gadis gadis yang menjadi tuan segala nafsu budak pria. Banyak manusia manusia yang menangis di persimpangan jal...