Sajak Di Penghujung Jalan
Kuhempaskan segala keluh kesah kepada waktu yang semakin sendu, nada nada irama katulistiwa mengantarkan angin yang mencekik pada malam pelupuk jiwa, aku ditengah hamparan manusia disudut keramaian kota, menjadi hewan layak lumba lumba. Mengetahui segala berita, merasakan segala suka dan duka hingga menjadi abu abu dalam segala warna. Di penghujung jalan, ada bayi bayi yang menangis haus nan kelaparan, di penghujung jalan ada gadis gadis yang menjual segala barang, di penghujung jalan ada anak anak muda yang sedang pesta huru hara, menikmati segala resah dan duka, menyelami segala bahagia dan dosa, aku adalah anak petani yang tidak tau apa-apa Aku datang tidak tau dari mana asalnya, berjalan terus berjalan hingga menemukan segala yang ada di setiap penghujung jalan. Dipersimpangan jalan aku melihat banyak uang uang yang menjadi berhala tempat manusia menyembah, ada gadis gadis yang menjadi tuan segala nafsu budak pria. Banyak manusia manusia yang menangis di persimpangan jal...